1. Hewan Lainnya

Mengenal Bahaya PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada Hewan

Akhir-akhir ini, Indonesia dihebohkan dengan wabah PMK atau penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan hewan ternak, terutama sapi. Sampai saat ini, kasus penyakit mulut dan kuku dilaporkan terus meningkat dan sudah menjangkit 18 provinsi di Indonesia. 

Pada kesempatan kali ini, Animalogi akan membahas lebih dalam tentang penyakit mulut dan kuku, gejala, serta cara pengobatannya. Untuk informasi selengkapnya, kamu dapat membaca artikel di bawah ini!

Mengenal Penyakit Mulut dan Kuku

Penyakit mulut dan kuku atau PMK adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus bersifat akut dan sangat menular, terutama ke hewan-hewan berkuku belah atau genap (kerbau, sapi, kambing, babi, dan lain-lain). Penyakit ini dimulai dengan adanya pembentukan lepuh atau vesikel serta terjadinya erosi di bagian lidah, gusi, mulut, lubang hidung, puting, dan kulit sekitar kaki.

Penyakit satu ini memiliki nama ilmiah  Foot and Mouth Disease (FMD). Penyebab utama penyakit ini adalah sebuah virus bernama Aphthae Epizootica yang berasal dari virus tipe A dalam keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus. Biasanya PMK menyerang hewan berkuku genap jenis ruminansia, seperti kerbau, sapi, domba, babi, rusa, dan unta. Pada kasus lainnya, penyakit ini juga dapat menyerang hewan liar seperti jerapah, gajah, sampai bison.

Kementerian Pertanian Indonesia pernah menuliskan bahwa wabah PMK ini bukan yang pertama di Indonesia. Penyakit satu ini pertama kali masuk Indonesia pada tahun 1887 dari sapi yang diimpor dari Belanda. Wabah penyakit ini terakhir terjadi pada tahun 1986 di pulau Jawa dan tertulis dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian No.260 tahun 1986.

Potensi penyebaran penyakit ini menjadi besar karena lalu lintas hewan, produknya, serta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sudah terkontaminasi dengan virus penyakitnya. Biasanya, peternak akan melakukan diagnosa dan deteksi awal pada kemungkinan penyakit ini supaya penyebaran penyakit tidak semakin meluas.

Cara Penularan Penyakit Mulut dan Kuku

PMK menyebar dengan berbagai cara sebagai berikut:

  • Kontak langsung, hewan dapat tertular dari hewan lainnya melalui droplet, ingus, atau bahkan serpihan dari hewan yang sudah terinfeksi. 
  • Sisa makanan yang terkontaminasi dengan produk hewan yang sudah terinfeksi sebelumnya
  • Manusia dapat menularkan penyakit ini kepada hewan jika manusia membawa virus atau terkontaminasi dengan virus yang berkaitan.
  • Terbawa dari lingkungan sekitar yang sudah terkontaminasi, dapat melalui kandang, peralatan, mobil pengangkut, dan lain-lain.
  • Penyebaran melalui udara dan angin di daerah yang memiliki iklim khusus.

Gejala Penyakit Mulut dan Kuku

Berikut adalah beberapa gejala yang dapat kamu lihat dari hewan-hewan yang terserang PMK:

Gejala pada Sapi

  • Sapi mengalami demam tinggi, tidak nafsu makan, penurunan produksi susu, dan menggigil.
  • Sapi sering menggosokkan bibirnya, menggertakkan gigi, dan menendangkan kaki karena tidak nyaman dengan lepuh yang ada di kaki
  • Keluar air liur secara berlebihan
  • Terjadi erosi pada lidah, penurunan berat badan drastis
  • Kematian pada sapi muda

Gejala pada Kambing

  • Keluar air liur secara berlebihan
  • Lesi/lepuh di sekitar gigi domba
  • Kematian pada kambing muda
  • Lesi/jaringan abnormal kurang terlihat

Cara Penanganan 

Penyakit satu ini memiliki beberapa metode alternatif pengobatan, berikut adalah beberapa pengobatan untuk hewan yang sudah terinfeksi:

  • Jaringan tubuh yang terinfeksi perlu dipotong
  • Kaki yang sudah terinfeksi dapat diberikan larutan cupri sulfat atau chloramphenicol 
  • Hewan yang terserang PMK harus dikarantina dan terpisah dari hewan-hewan yang sehat

Setelah mengetahui cara pengobatannya, kamu juga perlu tahu bagaimana cara mencegah supaya sapi atau kambing tidak terserang penyakit ini. Berikut adalah beberapa pencegahan PMK pada hewan ruminansia:

  • Hewan ditempatkan di kandang yang kering dan dibiarkan bebas berkeliaran
  • Memberikan pakan secukupnya sesuai dengan gizi yang dibutuhkan
  • Mengoleskan larutan cupri sulfat 5% setiap hari selama satu minggu pada hewan secara teratur untuk mencegah PMK

Jika kamu membeli produk-produk hewani, seperti daging, susu, dan kulit, kamu perlu memperhatikan terlebih dahulu semua kondisinya. Berikut adalah cara mencegah penyebaran PMK dari produk-produk hewani:

  • Rebus dahulu daging selama 30 menit di air yang mendidih
  • Jika kamu tidak langsung mengolahnya, daging perlu disimpan di freezer bersama kemasannya minimal selama 24 jam
  • Jeroan hewan harus direbus selama 30 menit terlebih dahulu sebelum disimpan di kulkas atau dimasak
  • Rendam bekas kemasan daging dengan deterjen atau pemutih baju untuk mencegah virus menyebar di lingkungan
  • Panaskan susu menggunakan suhu yang tinggi 

Banyak sumber yang mengatakan bahwa penyakit ini tidak dapat menular ke manusia. Namun, penularan pada manusia pernah terjadi pada tahun 1834 ketika ada manusia yang terinfeksi PMK karena meminum susu sapi. Tahun 1966 merupakan kasus infeksi terakhir pada manusia.

Vaksin belum memberikan pencegahan yang terbaik terhadap hewan. 

Penyakit ini bahkan belum memiliki obat yang 100% manjur. Antibiotik hanya diberikan untuk mematikan bakteri-bakteri sekunder dan bukan untuk membunuh virus sumber penyakit. Virus ini juga dapat menetap di hewan dalam waktu yang cukup lama.

Baca juga: 8 Penyakit pada Ayam: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Demikian pembahasan Animalogi mengenai bahaya PMK atau penyakit mulut dan kuku. Kamu perlu memperhatikan keadaan sekitarmu dan sebisa mungkin menekan penyebaran wabah ini.  Semoga penjelasan Animalogi kali ini bermanfaat untuk Animalovers ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Bahaya PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada Hewan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]