1. Hewan Lainnya

8 Penyakit pada Ayam: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

Sebagai peternak ayam, penyakit pada ayam merupakan salah satu hal yang sangat wajib untuk diwaspadai. Nggak hanya flu burung, banyak jenis-jenis penyakit ayam yang nggak kalah mematikan dan wajib kamu ketahui. Animalovers patut waspadai 8 penyakit ayam pada daftar ini yang mampu menjangkiti ayam peliharaan kamu. Simak informasi lebih lengkapnya pada artikel Animalogi yang satu ini.

8 Jenis Penyakit Ayam yang Patut Diwaspadai

8 Jenis Penyakit Ayam (sumber: Pexels)
8 Jenis Penyakit Ayam (sumber: Pexels)

1. Penyakit Ayam Feses Kapur / Pullorum 

Penyakit ayam yang satu ini merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama salmonella pullorum. Peternak harus mewaspadai ayam miliknya terjangkit penyakit ini karena kasusnya yang umum terjadi di Indonesia. Ciri-ciri ayam yang terjangkit feses kapur atau pullorum adalah ayam akan mengeluarkan feses (kotoran) berwarna putih yang cair.

Apabila kotoran putih tersebut didiamkan dalam waktu yang lama, maka kotoran tersebut akan mengering dan berubah menjadi serbuk seperti layaknya kapur. Gejala klinis yang tampak apabila ayam terjangkit penyakit ini adalah sesak nafas, hilang nafsu makan, dan mengkerutnya organ. 

Penyakit ayam ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan sanitasi dari kandang dan lingkungan ayam. Selain itu, peternak juga perlu untuk memperketat biosecurity pada lingkungan yang berada di sekitar kandang ayam. Apabila ada ayam yang sudah terjangkit, obat penyakit ayam yang dapat diberikan adalah menggunakan preparat antibiotik terramycin, oksitetrasiklin, serta pemberian vitamin .

2. Penyakit Ayam Gumboro / Infectious Bursal Disease

Penyakit ayam gumboro ini disebabkan oleh infeksi virus bernama Avibirnavirus. Pertama kali ditemukan di wilayah Gumboro, Amerika Serikat, penyakit ayam yang satu ini perlu diwaspadai oleh peternak karena dapat menyerang sistem imun tubuh dari ayam broiler. Pada ayam yang terjangkit gumboro, virus akan langsung menyerang jaringan thymus dan fibrikus yang keduanya berperan penting untuk membentuk sistem kekebalan tubuh ayam dari penyakit.

Oleh karena itu, ayam yang terkena penyakit gumboro atau Infectious Bursal Disease memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalami kematian. Jika virus sudah menjangkiti ayam dalam waktu yang lama, maka antibodi ayam menjadi tidak berbentuk dan sistem kekebalan tubuhnya akan melemah. Hal ini memperbesar kemungkinan ayam untuk terjangkit infeksi sekunder dan mengalami kematian akibat terjangkit infeksi sekunder tersebut.

Seperti layaknya penyakit yang disebabkan oleh virus, penyakit ayam gumboro ini belum bisa disembuhkan karena belum ada obat yang spesifik untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun, gumboro pada ayam dapat dicegah dengan memberikan vaksin, menjaga sanitasi dan kebersihan kandang ayam, memberi pakan yang bergizi, serta memberi multivitamin.

3. Penyakit Ayam Tetelo (Newcastle Disease)

Penyakit ayam Tetelo atau Newcastle Disease merupakan salah satu penyakit paling berbahaya yang umum ditemukan pada ayam broiler. Ayam yang terjangkit tetelo disebabkan oleh terkena infeksi dari Paramyxovirus. Virus tersebut dapat menyerang langsung berbagai organ penting ayam seperti organ pencernaan, pernafasan, dan jaringan saraf.

Peternak ayam perlu waspada karena infeksi tetelo dapat menular dan mampu menyebabkan angka kematian yang tinggi pada ayam. Gejala yang dapat diamati pada ayam yang terjangkit penyakit ini adalah tubuh ayam menjadi lesu, lemas, nafsu makan menurun, sulit bernafas, batuk, dan ayam mengeluarkan kotoran berwarna putih.

Untuk sekarang ini, penyakit tetelo belum bisa diobati. Namun peternak dapat mencegahnya dengan memberikan vaksin, memperbaiki tingkat sanitasi pada kandang, serta memberikan pakan ayam yang kaya akan nutrisi.

4. Penyakit Ayam Flu Burung (Avian Influenza)

Flu Burung atau Avian Influenza adalah jenis penyakit ayam yang menginfeksi sistem pernapasan pada ayam. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Influenza tipe A yang menjangkiti ayam. Flu burung dapat berisiko kematian, bahkan beberapa jenis penyakit ini dapat menular ke tubuh manusia.

Gejala klinis pada ayam yang terjangkit penyakit ini yaitu keluar cairan dari hidung dan mata, mengorok saat bernafas, diare, kulit perut dan pial yang tidak ada bulu berubah jadi warna biru keunguan, bahkan kematian ayam secara bersamaan dan cukup banyak. 

Jika ada ayam yang terjangkit penyakit ini, segera isolasi ayam tersebut. Apabila terdapat ayam yang menunjukan indikasi sudah tertular virus ini, maka terpaksa harus dilakukan pemusnahan ternak secara menyeluruh atau stamping out. Agar ayam tidak terkena penyakit ini, peternak dapat mencegahnya dengan memberikan vaksin pada ternak, serta meningkatkan biosecurity dan dekontaminasi pakan ternak.

5. Penyakit Ayam Ngorok (Chronic Respiratory Disease [CRD])

Infeksi dari bakteri Mycoplasma galliseptiucum pada sistem pernapasan ayam merupakan penyebab dari adanya penyakit ayam ini. Penyakit chronic respiratory disease lebih akrab disebut oleh peternak Indonesia sebagai penyakit ngorok. Pada ayam yang terjangkit penyakit ini akan ditemukan gejala klinis seperti bersin-bersin, sesak nafas, ngorok saat sedang bernafas, dan juga keluarnya cairan dari hidung ayam.

CRD atau penyakit ngorok dapat dicegah dengan menjaga kebersihan sanitasi dari kandang, rutin melakukan desinfeksi, serta mengusahakan suhu kandang agar tetap stabil dan tidak lembab. Apabila ada ayam yang terjangkit, penyakit ini dapat ditangani dengan pemberian antibiotik guna mengontrol penyebaran penyakit. Selain itu juga pemberian antibiotik berguna untuk mengendalikan tingkat stress pada ayam saat terjangkit penyakit ini.

6. Penyakit Ayam Snot / Pilek (Infectious Coryza)

Infectious Coryza atau penyakit snot merupakan salah satu jenis penyakit ayam yang disebabkan infeksi Haemophilus paragallinarum pada organ pernapasan dari ayam broiler. Gejala klinis yang dapat diamati pada ayam jika terkena Infectious Coryza adalah timbulnya pembengkakan muka (terutama di bagian sekitar mata), keluar air mata, bersin-bersin, dan kesulitan bernapas.

Peternak tidak perlu khawatir karena biasanya ayam dapat sembuh dari penyakit ini dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu. Namun, ada baiknya bagi peternak untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini dengan cara meningkatkan kebersihan kandang dan meningkatkan juga efektivitas manajemen pemeliharaan. Selain itu, peternak perlu rutin mendesinfeksi kandang dan juga peralatan yang digunakan.

Jika ayam sudah terjangkit, obat penyakit ayam yang dapat diberikan adalah sulfadiazin, erytromisin, trimethoprim, ampisilin, dan enrofloksasin.

7. Penyakit Ayam Kolibasilosis

Kolibasilosis disebabkan oleh infeksi dari Escherichia coli. Penyakit ini umum menjangkiti ayam broiler di Indonesia. Ayam yang terkena penyakit ini akan menunjukkan gejala seperti lesu, sesak nafas, kusam, diare, dan terdapat cairan di sekitar anus yang lengket. 

Agar dapat mencegah ayam terjangkit penyakit ini, peternak perlu untuk memperbaiki sanitasi lingkungan pada kandang ayam, memberikan pakan yang steril dan bernutrisi optimal, melakukan manajemen pemeliharaan, serta menambah ventilasi pada kandang. Penyakit ini dapat diobati dengan pemberian beberapa jenis antibiotik seperti ampicillin, colistin, sulfadiazin, trimetropim, neomycin, dan enrofloksasin.

8. Penyakit Ayam Omphalitis Syndrome

Omphalitis Syndrome pada ayam disebabkan oleh infeksi bakteri golongan koliform seperti Pseudomonas sp. dan Staphylococcus sp.. Gejala pada ayam yang terkena penyakit ini yaitu kepala menunduk dan sering mendekati pemanas, ayam sering mengantuk, terdapat pembengkakan pada pusar, dan juga terdapat benjolan yang berbentuk seperti kudis.

Infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit ini dapat diatasi dengan memberikan antibiotik dengan dosis yang secukupnya. Selain itu untuk mencegah terjadinya infeksi, peternak perlu mengoptimalisasi suhu kandang agar tetap stabil dan lebih sesuai dengan kebutuhan ayam.

Cara Mencegah Penyakit Pada Ayam

Cara Mencegah Penyakit Ayam (sumber: Pexels)
Cara Mencegah Penyakit Ayam (sumber: Pexels)

Setelah kita mengetahui berbagai jenis penyakit ayam beserta penyebabnya, sebagai peternak kita dapat mengupayakan agar ayam tidak terserang penyakit-penyakit tersebut. Perlu dilakukan beberapa langkah pencegahan agar dapat meminimalisir kemungkinan terjangkitnya ayam dengan penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas. Berikut beberapa langkah-langkah pencegahannya.

  • Ayam perlu diberikan asupan multivitamin secara rutin agar dapat memperkuat sistem imun.
  • Ayam perlu juga diberikan vaksinasi agar dapat terhindar dari infeksi virus dan bakteri yang tidak diinginkan.
  • Peningkatan tingkat kebersihan dan sanitasi pada kandang ayam dan lingkungan di sekitarnya.
  • Penerapan biosecurity di sekitar area peternakan guna mencegah dan mengendalikan wabah.
  • Ayam juga butuh diberikan probiotik untuk menekan bakteri-bakteri patogen.
  • Usahakan pakan yang diberikan ke ayam dipenuhi dengan nutrisi yang tinggi.
  • Peternak harus dapat menerapkan manajemen pengelolaan kandang yang baik.

Baca juga: Ketahui 5 Cara Mengobati Ayam Ngorok Paling Ampuh Berikut!

Berikut tadi merupakan artikel Animalogi yang membahas berbagai penyakit ayam beserta penyebab, gejala, cara mengobati, dan juga cara pencegahannya. Semoga Animalovers dapat mengenali lebih dalam mengenai penyakit-penyakit yang dapat menjangkiti ayam.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: 8 Penyakit pada Ayam: Penyebab, Gejala, & Cara Mengatasinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]