1. Kucing

Mengenal Penyakit Kutu Kucing Pada Manusia, Berbahayakah?

Kucing merupakan hewan yang memiliki bulu tebal serta lembut dan disukai oleh banyak orang. Selain memiliki bulu tebal, nyatanya binatang kecil ini mempunyai penyakit menular, yaitu kutu kucing pada manusia. Hal ini harus diiringi dengan perawatan yang baik dan benar agar terhindar dari penyakit tersebut.

Untuk itu, kamu tidak perlu panik, lantaran Animalovers telah menyiapkan informasi lengkap tentang penyakit kutu pada manusia. Yuk, simak artikelnya berikut ini.

Dampak Penyakit Kutu Kucing Pada Manusia

Dampak Penyakit Kutu Kucing Pada Manusia
Dampak Penyakit Kutu Kucing Pada Manusia (sumber: ruparupa)

Penyakit kutu kucing berasal dari 3 hal, yakni melalui hewan pengerat, manusia dan saat berkunjung ke dokter hewan. Seluruh jenis kucing bisa mengidap penyakit kutu, baik kucing liar ataupun kucing peliharaan.

Itulah yang menjadi alasan bahwa kebersihan kucing adalah salah satu hal yang penting dan harus diperhatikan. Berikut adalah beberapa dampak penyakit kutu kucing pada manusia.

1. Penyakit Murine Tifus

Dampak penyakit kutu kucing pada manusia yang pertama adalah Murine Tifus. Penyakit Murine Tifus disebabkan oleh bakteri yang berasal dari kutu dan terinfeksi dari tikus. Hal tersebut ditularkan melalui gigitan kutu yang bersentuhan dengan kotoran tikus. Dengan mudahnya, kucing membawa kutu masuk ke dalam rumah dan menyebabkan penyebaran ke tubuh manusia.

Gejala yang ditimbulkan ketika digigit kutu adalah gangguan pencernaan, mual, muntah, sakit kepala hingga demam tinggi. Demam yang sangat tinggi ini mencapai 105 derajat dan mampu bertahan selama lebih dari 7 hari.

2. Penyakit Tularemia

Tularemia merupakan salah satu penyakit serius yang berasal dari bakteri Francisella Tularensis dan ditemukan pada tikus yang ditransfer ke kucing atau manusia. Pada umumnya, gejala yang sering dirasakan adalah menggigil, demam secara mendadak, diare, lemah otot dan nyeri sendi.

Kasus paling parah yang terjadi pada penyakit Tularemia adalah pada saat bakteri dihirup dan ditularkan melalui kulit. Walau tidak menular, penyakit yang berasal dari bakteri Francisella Tularensis ini bisa mengancam jiwa lho, Animalovers. Sebab, gejalanya sendiri hampir sama dengan penyakit lainnya. Sehingga, sulit terdeteksi dan sulit untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

3. Penyakit Cacing Pita

Tidak hanya penyakit Tularemia, cacing pita juga bisa menular ke manusia. Penularannya pun melalui kutu kucing yang secara tidak sengaja tertelan olehnya. Apabila ada seseorang yang terjangkit penyakit ini, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut mempunyai sistem kekebalan yang lemah.

Penyakit satu ini memiliki gejala yang hampir sama dengan penyakit lainnya, yaitu penurunan berat badan secara tiba-tiba, diare, mual, lemah dan hilangnya nafsu makan.

4. Wabah Pes

Dampak penyakit kutu kucing pada manusia berikutnya adalah wabah Pes. Perlu kamu ketahui bahwa Pes merupakan penyakit yang pernah membunuh hampir setengah penduduk Eropa di abad pertengahan. Wabahnya pun masih ada masih ada sampai saat ini.

Wabah Pes berasal dari bakteri Yersinia Pestis yang nantinya akan menempel pada kutu. Kucing dapat terpapar oleh Pes melalui tikus yang terinfeksi kutu. Kemudian, kucing tersebut membawanya ke rumah dan dapat menggigit manusia hingga terkontaminasi oleh wabah Pes. 

5. Alergi

Alergi merupakan suatu efek samping yang dirasakan setelah terkena gigitan maupun kotoran kutu kucing. Biasanya, gigitan kutu kucing ini sering menyebabkan bintik-bintik merah yang berukuran kecil dan disertai dengan bengkak serta rasa gatal.

Rasa gatal tersebut merupakan ciri ciri sederhana yang sedang bereaksi akibat gigitan kutu kucing. Animalovers juga tidak perlu khawatir, karena penyakit ini bisa diobati dengan bantuan resep dokter atau obat Antihistamin.

6. Penyakit Dermatitis

Dampak gigitan kutu kucing pada manusia akan menyebabkan penyakit Dermatitis yang cukup serius. Sebab, gigitannya telah mengandung air liur yang nantinya akan menjadi alergen bagi manusia.

Jika terpapar, kulit akan muncul iritasi dan terasa gatal. Meskipun digaruk secara perlahan akan tetap terasa menyakitkan, terlebih lagi ketika malam hari. Biasanya, rasa gatal ini akan berlangsung selama beberapa hari. Namun, dalam beberapa kasus yang parah bisa bertahan hingga 24 bulan.

7. Penyakit CSD (Cat Scratch Disease)

Dampak penyakit kutu kucing pada manusia yang terakhir adalah CSD atau Cat Scratch Disease. CSD merupakan penyakit kutu yang berasal dari bakteri Bartonella Henselae. Umumnya, kucing yang terjangkit bakteri ini akan terlihat biasa saja atau bahkan sehat. Apabila terpapar penyakit CSD, seseorang akan mengalami infeksi mata, nyeri otot, demam hingga pembengkakan otak.

Ciri Ciri Gigitan Kutu Kucing Pada Manusia

Ciri Ciri Gigitan Kutu Kucing Pada Manusia
Ciri Ciri Gigitan Kutu Kucing Pada Manusia (sumber: rentokil)

Setelah memahami pembahasan sebelumnya, kali ini Animalovers telah menyiapkan beberapa informasi mengenai ciri ciri gigitan kutu kucing pada manusia.

  • Akan terasa gatal.
  • Mengalami pembengkakan di area yang tergigit.
  • Kulit akan berwarna merah yang disebabkan oleh air liur kutu.
  • Infeksi serius, mengalami cedera dan merasa tidak nyaman.
  • Dapat mengakibatkan pusing, sesak nafas dan nyeri di bagian dada.

Apabila Animalovers merasa gatal, alangkah baiknya untuk tidak digaruk terlebih dahulu. Sebab, garukan tersebut dapat mengakibatkan iritasi atau bahkan infeksi pada kulit.

Perbedaan Gigitan Kutu Kucing, Nyamuk dan Kutu Busuk

Perlu Animalovers ingat bahwa gigitan kutu kucing pada manusia memiliki perbedaan tersendiri dengan gigitan nyamuk maupun kutu busuk. Berikut perbedaannya.

  • Kutu kucing: gigitannya berada di area pergelangan kaki sampai telapak kaki dan biasanya berukuran kecil seperti bercak yang berwarna merah.
  • Kutu busuk: gigitannya berada di area lengan, leher dan tangan.
  • Nyamuk: gigitannya berbentuk benjolan besar yang gatal, menyebar dan dapat ditemukan di seluruh bagian tubuh.

Cara Menyembuhkan Gigitan Kutu Kucing

Dalam beberapa kasus, gigitan kutu kucing pada manusia akan hilang dengan sendirinya dan tidak berdampak serius. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi sebagian orang. Bahkan, banyak orang yang merasakan alergi sehingga membutuhkan tindakan medis agar cepat teratasi. Berikut cara penyembuhannya.

  • Tahan rasa gatal.
  • Gunakan sabun antiseptik untuk mencuci area gigitan.
  • Kompres area gigitan dengan menggunakan es batu.
  • Oleskan lotion kalamin atau salep topikal di lokasi gigitan.

Setelah cara di atas sudah dilakukan, sebaiknya Animalovers segera mencari perawatan medis agar meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh gigitan tersebut.

Cara Mengobati Kucing yang Terkena Kutu

Cara Mengobati Kucing yang Terkena Kutu
Cara Mengobati Kucing yang Terkena Kutu (sumber: iteachweteach)

Menjaga kebersihan kucing merupakan hal terpenting yang harus dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi perkembangan kutu pada kucing yang nantinya bisa menyebabkan penularan ke manusia atau hewan lainnya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Animalovers telah merangkum 5 cara mengobat kucing yang terkena kutu.

1. Memakai Shampo Anti Kutu

Kebanyakan orang membeli shampo kucing hanya karena wanginya saja. Sedangkan jika kucing Animalovers bermasalah karena kutu, alangkah baiknya untuk mencari produk shampo kucing yang mengandung Antibacterial, Antipruritic dan Antifungal. Ketiga kandungan tersebut mampu mengurangi rasa gatal akibat penumpukan bakteri pada kucing.

2. Menjaga Kebersihan Tempat Tidur Kucing

Bagi sebagian orang, menjaga kebersihan tempat tidur kucing merupakan suatu hal yang penting. Namun, terdapat beberapa orang yang masih mengabaikan hal ini, sehingga tanpa disadari banyak sisa-sisa bulu dan kotoran yang menumpuk.

Oleh sebab itu, jagalah kebersihan tempat tidur kucing agar kutu tidak berkembang biak dan terhindar dari berbagai penyakit.

3. Menggunakan Lemon

Dengan memanfaatkan ini, kucing yang terpapar penyakit kutu akan hilang. Tidak hanya itu saja, Animalovers juga dapat terhindar dari penyakit kutu kucing pada manusia. Lantas, bagaimana caranya? Berikut adalah cara menggunakan lemon untuk mengobati kucing yang terkena kutu.

  • Iris lemon menjadi satu sampai dua bagian.
  • Rebus lemon ke dalam air panas dan didihkan.
  • Setelah mendidih, dinginkan selama beberapa jam.
  • Lalu, masukkan ke dalam botol spray dan semprotkan ke bagian tubuh kucing secara perlahan.

4. Membersihkan Area Rumah

Kucing sangat senang bermain di pekarangan rumah, entah di rumput, tanah, batu dan tempat lainnya. Tanpa disadari, hewan tersebut masuk ke dalam rumah dan membawa kotoran yang berasal dari luar. Untuk itu, bersihkanlah area rumah secara rutin agar terhindar dari penyakit yang dibawa oleh kucing.

5. Membawanya ke Dokter Hewan

Terkadang, pemilik kucing tidak mengetahui bahwa hewan kesayangannya itu sedang sakit. Jika sudah merasakan hal-hal yang aneh, bawalah kucing kesayangan kamu ke dokter hewan agar mendapatkan pertolongan medis. Sehingga, kucing kamu bisa sehat kembali.

Tips agar Terhindar dari Gigitan Kutu Kucing

Tips agar Terhindar dari Gigitan Kutu Kucing
Tips agar Terhindar dari Gigitan Kutu Kucing (sumber: pesonamasland)

Untuk menghindari gigitan kutu kucing, kamu bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini yang telah Animalovers rangkum.

  • Sediakan kandang kucing di luar rumah.
  • Selalu menjaga kebersihan kucing, baik  tubuh maupun tempat tinggalnya.
  • Bersihkan rumah secara rutin.
  • Banyak minum air putih, makan buah dan vitamin.
  • Jangan stress.

Baca juga : Kena Penyakit Jamur Kucing Pada Manusia? Ini Ciri Cirinya!

Itulah informasi lengkap mengenai kutu kucing pada manusia serta cara mengatasinya yang dapat menjadi referensi kamu untuk selalu waspada, baik di rumah ataupun di tempat terbuka lainnya.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Penyakit Kutu Kucing Pada Manusia, Berbahayakah?

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]