1. Reptil

Mengenal 10 Jenis Ular Sawah, Ciri-Ciri & Cara Pencegahannya

Indonesia adalah salah satu negara agraris di Asia Tenggara setelah Vietnam dan Thailand, tak heran banyak kita jumpai hamparan sawah luas nan menghijau di setiap mata memandang. Sawah yang luas itu tidak terlepas dari peran makhluk hidup pada ekosistem sawah, terutama jenis ular sawah.

Beberapa di antaranya  padi, tikus, burung, jamur pengurai dan jenis ular sawah yang beragam. Asal kalian tahu, salah satu hama yang cukup berbahaya di lingkungan persawahan adalah jenis ular sawah yang mempunyai bisa, lho. Maka dari itu, tak jarang banyak petani sudah terlatih menangani luka gigitan ataupun cara mengantisipasi serangannya.

Daripada penasaran, simak ulasan di bawah ini mengenai  jenis-jenis ular sawah yang setidaknya perlu kalian ketahui!

Ular Sanca Kembang (Phyton reticulatus)

Ular Sanca Kembang
Jenis Ular Sawah Ini Berbahaya

Jenis ular ini mungkin sudah sering kalian dengar di lingkungan sekitar rumah, atau bahkan kalian sudah pernah melihatnya secara langsung. Pasalnya, hewan ini hidup makmur dan tersebar luas di daerah tropis serta beriklim panas seperti Asia, Afrika, Papua Nugini serta Dataran Australia. 

Secara fisik, ular sanca kembang mempunyai ukuran tubuh hingga sampai 10 meter dengan berat hingga ratusan kilogram. Selain itu, warna kulitnya  ini cukup khas dengan pola atau motif berwarna coklat gelap atau abu-abu dengan bercak putih.  

Jenis ular sawah ini membunuh mangsa juga dengan lilitan (constriction). Ia menggunakan giginya yang tajam dengan struktur gigi taring yang melengkung ke dalam untuk menangkap mangsa, lalu membunuhnya dengan lilitan (constriction). Tujuan dari lilitan ini bukanlah untuk menghentikan jantung namun untuk memperlambat aliran darah ke seluruh tubuh mangsa.  

Ular Weling (Bungarus candidus)

Ular Weling
Ular Weling Termasuk Hewan Berbisa

Jenis ular sawah selanjutnya adalah ular weling. Ciri fisik tubuhnya adalah memiliki panjang rata-rata sekitar 1,5 meter dengan bentuk tubuh ideal. Tak hanya itu, karakteristik yang menonjol adalah tubuhnya hitam putih dengan permukaan licin. 

Pasalnya, ia sering ditemukan aktif di lingkungan persawahan pada malam hari. Sebab pada malam hari, mereka mencari mangsa berupa tikus. Terkenal berbahaya karena dalam gigitannya terdapat bisa beracun dimana mampu menghilangkan nyawa mangsa dalam beberapa menit. Oleh karena itu, ketika kalian hendak pergi ke sawah atau hutan pastikan untuk selalu berhati-hati terhadap serangannya.

Ular Tanah (Calloselasma rhodostoma)

Ular Tanah
Ular Tanah Mempunyai Teknik Kamuflase yang Baik

Selanjutnya, adapun ular tanah dimana mempunyai ciri-ciri tubuh yang mudah dikenali antara lain panjang badan tidak lebih dari satu meter dengan warna kulit coklat kemerahan dan corak segitiga besar tepat di atas punggungnya. Populasinya terbilang cukup subur khususnya di pulau Jawa. Ia dapat kalian temukan pada persawahan serta ladang yang kurang terurus.

Jenis ular sawah ini mempunyai teknik kamuflase yang baik di balik daun-daun kering. Aktivitasnya aktif di malam hari dan pasif di siang hari. Oleh karena itu dalam hal berburu mangsa, ia cenderung pasif atau dengan kata lain menunggu mangsa untuk mendekatinya 

Ular Jali (Ptyas korros)

Ular Jali
Ular Jali Dengan Gigitan yang Menyakitkan

Selanjutnya ada ular Jali atau ular tikus. Nama latinnya adalah Ptyas korros. Ia banyak ditemukan di Asia Tenggara serta Asia Timur serta memiliki panjang sampai 2,5 meter. Ular jenis sawah ini termasuk ke dalam golongan tidak berbisa, namun gigitannya cukup menyakitkan. 

Berdasarkan morfologinya, tubuh bagian atas biasanya berwarna abu-abu, kecoklatan, dan perak. Sementara itu tubuh bagian bawah berwarna kekuningan. Bila dilihat lebih spesifik lagi, tepi sisiknya berwarna hitam dengan bintik-bintik berwarna putih. 

Nah, ia kerap aktif mencari makan di siang hari, jadi mungkin dari beberapa dari kalian pernah melihatnya berkeliaran di sawah saat siang. Mangsanya pun sama seperti lainnya yaitu kadal, katak, tikus serta hewan lainnya. Meskipun begitu, ia turut membantu petani, pasalnya ia dapat mengontrol perkembang biakkan tikus sehingga populasi tadi tetap terjaga dengan baik

Baca Juga:Ada Ular Weling Masuk Rumah Kamu? Ketahui Aneka Mitosnya!

Ular Sanca Bodo (Phyton bivitattus)

Ular Sanca Bodo
Ular Sanca Bodo Banyak Dipelihara Oleh Pecinta Hewan Reptil

Siapa nih yang belum kenal sama ular sanca bodo? Asal kalian tahu, binatang ini banyak digemari serta dipelihara oleh pecinta reptil karena memang sifatnya yang jinak. Ciri khas menonjol darinya adalah pola sisiknya yang indah. 

Selanjutnya, panjang hewan melata ini bisa mencapai 7 meter. Ia banyak menghabiskan waktu di atas pohon saat muda. Namun ketika tubuhnya sudah bertambah besar, ia beralih di atas tanah. Tenang saja, ia tidak berbisa seperti ular weling, disisi lain daya penglihatannya juga tidak sehebat lainnya.

Lalu untuk bertahan hidup, ia mengandalkan reseptor kimia pada lidahnya. Namun, ia cukup berbahaya jika terusik dan mampu melumpuhkan mangsanya dalam sekejap dengan lilitannya. 

Ular Sendok Jawa (Naja sputatrix)

Ular Sendok Jawa
Bentik Tubuh Ular Sendok Jawa yang Merasa Terancam

Sesuai dengan namanya ini, ular sendok jawa secara endemik mampu ditemukan pada wilayah Jawa, Bali serta Nusa Tenggara. Termasuk ke dalam filum Chordata dan famili Elapidae, ia memiliki kemampuan untuk mengembang-kempiskan tulangnya serta membentuk tudung ketika merasa terancam.  

Ia termasuk hewan melata berbahaya karena mengeluarkan bisa mematikan. Di sisi lain, bisanya bersifat hemotoksin (merusak sel eritrosit) dan neurotoksin (merusak sel saraf). Tak hanya itu, bisa beracun akan tersembur dari mulut dan mengenai mata mangsa dengan cepat. Serangan bisa dari jenis ular sawah ini mampu mengakibatkan kebutaan.

Secara morfologi, binatang melata tersebut mempunyai panjang antar 1,3 meter sampai 1,8 meter. Jika sudah dewasa, ia berganti kulit menjadi kekuningan, kehitaman, atau coklat. Ia mudah dijumpai di area-area lembab seperti sawah, hutan hujan tropis, serta dataran rendah pada ketinggian 600 meter. 

Ular Bandotan Tutul (Xenochrophis piscator)

Jenis Ular Sawah ini Menyukai Habitat Basah
Jenis Ular Sawah ini Menyukai Habitat Basah

Dalam bahasa Inggris, ular bandotan tutul dikenal dengan sebutan checkered keelback. Ia kerap berada di lingkungan lembab seperti persawaha.  Panjangnya sampai 1, 75 meter dengan warna kulit  yang cantik yaitu coklat hingga hijau zaitun beserta corak di sepanjang tubuhnya. 

Corak tersebut adalah garis hitam yang menjulur membentuk garis lateral, sehingga sekilas badannya terlihat seperti papan catur. Lalu, ukuran matanya relatif kecil dan garis punggungnya berwarna kuning gelap kehitaman membuatnya mudah dikenali dengan mudah.

Ular Tampar  (Dendrelaphis pictus)

Ular Tampar
Jenis Ular Sawah ini Memiliki Bentuk Seperti Tampar

Masyarakat jawa menyebutnya sebagai ulo tampar. Namun, ia juga dikenal sebagai ular tambang atau tali picis. Secara morfologi, jenis ular sawah ini  memiliki warna bagus dengan panjang lebih dari 1 meter. Tubuhnya berwarna coklat dan warna perunggu pada puncak badan.

Seringkali hewan melata ini cukup aktif pada siang hari. Kalian bisa menemukannya di sungai, persawahan atau pepohonan. Sama seperti lainnya, mereka memangsa serangga kecil, hewan pengerat atau burung. Meskipun tidak berbisa, hewan melata ini langsung pergi ketika merasa terganggu.

Ular Sapi (Coelognathus radiata)

Ular Sapi
Ular Sapi Memiliki Air Liur yang Mengandung Bakteri

Selanjutnya adalah ular sapi. Maksudnya, bukan badan setengah sapi setengah ular ya guys. Ia  terkenal agresif dan langsung mengembangkan kepalanya ketika berhadapan dengan mangsa. Bila dilihat dari fisiknya, tubuhnya berbentuk pipih dengan warna tembaga dengan corak hitam yang memanjang di seluruh tubuhnya. 

Meskipun bukan termasuk golongan berbisa, namun gigitan jenis ular sawah ini mengandung bakteri beracun. Mangsanya biasanya berupa kadal, burung, tikus dan hewan sejenisnya. 

Ular Pucuk (Ahaetulla Prasina)

Ular Pucuk
Ular Pucuk Menyerupai Dedaunan

Ciri khas yang menonjol darinya adalah mempunyai moncong lancip serta bentuk kepala unik. Penyebarannya cukup merata di Indonesia, kalian bisa menemukan ular ini hidup di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga Bali. 

Habitatnya  adalah daerah rerimbunan seperti pohon-pohon besar. Warnanya menyerupai daun, dengan kata lain teknik kamuflasenya cukup handal. Selanjutnya, ia biasanya mempunyai berat  sedang dengan panjang tubuhnya hingga 2 meter. Gigitannya ini terbilang tidak menimbulkan luka fatal, hanya pembengkakan pada area tubuh yang tergigit. 

Baca Juga: Jenis Bunglon Peliharaan: Panduan Memilih & Merawat

Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

Nah setelah kita mengetahui jenis ular sawah, ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara yang efektif untuk mencegahnya masuk ke lingkungan rumah. Oke, langsung saja ya simak penjelasannya di bawah ini!

Rapikan Perkakas dan Barang-Barang di Rumah

Berdasarkan pengalaman, sebagian besar jenis ular sawah menyukai tempat-tempat lembab, gelap , dan kotor. Maka dari itu, untuk mencegahnya masuk ke dalam rumah. Sebaiknya lakukan pembersihan rumah secara berkala baik pada ventilasi, talang, pipa saluran air, dan tempat penyimpanan perkakas. Sebab dengan cara ini, binatang melata ini akan segan masuk dan bersarang di rumah kalian. 

Singkirkan Mangsa yang ada di Rumah

Cara kedua ini juga penting, lho. Usahakan untuk menyingkirkan mangsa seperti tikus dan burung dari dalam rumah  Pasalnya, hewan-hewan tersebut adalah mangsa kesukaannya. Untuk menyingkirkannya, kalian bisa memberikan racun tikus atau pestisida untuk membunuhnya. 

Tutup Retakan Tanah atau Area yang Lembab

Masalah terakhir jangan disepelekan ya. Retakan tanah cukup lebar dan area lembab mampu mendatangkan berbagai jenis ular sawah. Tutupilah retakan tersebut, pastikan tidak ada celah untuknya masuk. Kemudian hilangkan daerah lembab baik pada dinding atau lantai supaya tidak mengundang kehadirannya. Terakhir,  jangan lupa tutup tempat-tempat lembab seperti sumur atau bak mandi. 

Kesimpulan

Jenis ular sawah ada beragam. Masing-masing mempunyai karakteristiknya masing-masing. Sebagian memiliki bisa yang akan disemburkan melalui mulutnya, dan sebagian lain mempunyai air liur yang dapat mematikan mangsa dengan gigitannya. Sementara itu, ada juga menggunakan kamuflase diri dan lilitan untuk melemaskan mangsa serta ancamannya

Nah, akhirnya kita sudah sampai pada pembahasan terakhir. Jenis ular sawah memang tidak terlalu membahayakan, meskipun begitu, kita harus tetap berhati-hati dan mengantisipasi supaya lingkungan sekitar tetap aman dan bebas dari ancaman ular. 

Oke,  ampai jumpa pada pembahasan selanjutnya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal 10 Jenis Ular Sawah, Ciri-Ciri & Cara Pencegahannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]