1. Ikan

Cara Budidaya Ikan Nila, Ciri-Ciri, Jenis, & Umpannya

Nila adalah salah satu ikan populer yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Kandungan gizinya yang tinggi membuat ikan ini sangat baik untuk dikonsumsi. Yuk, cari tahu informasi lengkap mengenai cara budidaya ikan nila, ciri-ciri, jenis, dan umpannya berikut.

Ikan Nila, Si Gesit yang Memiliki Protein Tinggi

Ikan nila adalah salah satu jenis ikan tawar yang dapat dikonsumsi. Nama ilmiah dari ikan ini adalah oreochromis niloticus atau dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai nile tilapia.

Ikan ini ditemukan di Afrika bagian timur pada tahun 1969 dan saat ini menjadi salah satu peliharaan paling populer di kolam air tawar di Indonesia, Filipina, dan Thailand. 

Kandungan gizi nila setara dengan ikan mujair, mereka adalah sumber protein hewani yang baik manusia konsumsi. Namun, disatu sisi ikan ini memiliki kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi di mana hal ini kurang baik jika dikonsumsi oleh orang yang memiliki penyakit berkaitan dengan peredaran darah.

Budidaya yang murah dan mudah membuah harga jual mereka juga rendah. Budidaya ikan nila banyak dilakukan di kolam-kolam yang tidak terlalu butuh perawatan khusus. Sebagai catatan, ketika memelihara nila tidak boleh digabungkan dengan ikan mujair karena sifat mereka yang sangat agresif. 

Fakta Ikan Nila

Agar lebih mengetahui informasi mengenai ikan ini, perhatikan fakta-fakta ikan nila yang wajib kamu ketahui berikut. 

Fakta Ikan Nila (sumber: Mexican Fish)
Fakta Ikan Nila (sumber: Mexican Fish)

1. Ikan yang Paling Banyak Dibudidayakan

Nila menempati urutan kedua setelah ikan mas sebagai ikan yang paling banyak dipelihara. Perawatan mereka begitu mudah dengan biaya yang murah sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 

2. Ikan Nila adalah omnivora

Jika ikan biasanya lebih senang memakan hewan, nila dapat memakan tumbuhan dan hewan. Mereka biasanya mengonsumsi tumbuhan air dan lumut. Hal ini membuat mereka dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air. 

3. Menjadi spesies Invasif di Beberapa Negara

Nila dianggap sebagai spesies invasif di beberapa negara karena dapat berpotensi mengancam biodiversitas di suatu perairan umum, seperti yang terjadi di Indonesia. Karakternya yang bersifat litoral, menguasai wilayah, dan mempunyai peran yang luas dapat mengancam spesies ikan lokal. 

4. Tidak Dapat Hidup di Negara Empat Musim

Suhu sangat berpengaruh terhadap metabolisme pertumbuhan ikan nila. Baiknya, suhu normal untuk nila berkisar antara 14-38 derajat. Hal ini mengakibatkan ikan nila tidak dapat hidup di negara 4 musim. Agar pertumbuhan ikan maksimal, maka nilai pH berkisar antara 5-11. 

5. Penyebab Rasa Ikan Nila Seperti Tanah

Pernah tidak saat Animalovers memakan daging nila rasanya justru seperti memakan lumpur alih-alih enak?

Nah, hal seperti itu biasanya disebabkan karena lingkungan ikan tumbuh di daerah yang berlumpur sehingga akan berpengaruh pada aroma dan rasanya. 

6. Daging Ikan Nila Memiliki Kandungan Nutrisi yang Baik

Ikan ini sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalium. 100 gram Nila akan mengandung sekitar 128 kalori, 0 gram karbo, 26 gram protein, 3 gram lemak, dan mengandung B3, 12, kalium, fosfor, dan selenium. Ikan ini akan sangat cocok untuk Animalovers yang sedang diet. 

Ciri-ciri Ikan Nila

Ciri-ciri Ikan Nila (sumber: SLU)
Ciri-ciri Ikan Nila (sumber: SLU)
  • Memiliki ukuran tubuh sekitar 30 cm.
  • Terdapat duri di sepanjang tubuhnya.
  • Warna tubuhnya terkadang berwarna abu-abu gelap dengan motif pita yang melintang. 
  • Mereka adalah pemakan segalanya, biasanya pakan mereka adalah lumut dan ikan-ikan kecil.
  • Sangat mudah beradaptasi dan berkembang biak.
  • Ikan nila berkembang biak dengan cara bertelur. Warna mereka biasanya dierami di dalam mulut induknya. Sekali bertelur mereka dapat menghasilkan 1500 butir telur.
  • Ketika musim kawin terdapat garis literalis disekitar truncus yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan ikan ketika sedang berenang. 

Jenis Ikan Nila

Dengan mengetahui jenis-jenis ikan nila maka kamu akan dapat memilih mana jenis nila yang terbaik. Berikut jenis dan informasinya.

1. Ikan Nila Merah Nifi

Nila Merah Nifi (sumber: Digstraksi)
Nila Merah Nifi (sumber: Digstraksi)

Ikan ini adalah hasil persilangan antara ikan lokal dengan luar negeri. Mereka memiliki ciri-ciri badan yang agak merah. Ikan nila merah nifi adalah salah satu jenis yang paling disukai masyarakat karena dagingnya sangat enak.

2. Nila Merah GIFT

Nila yang satu ini merupakan varietas persilangan dari 8 negara yakni Ghana, Singapura, Israel, Thailan, Mesir, kenya, Taiwan, dan Senegal. Ikan ini pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1994. Keunggulan ikan ini adalah mereka lebih kebal terhadap penyakit dibandingkan dengan nila lokal biasanya.

3. Nila Gesit

Nila Gesit (sumber: Langgeng Pancing)
Nila Gesit (sumber: Langgeng Pancing)

Nila Gesit termasuk salah satu hasil rekayasa genetika GIFT generasi ketiga. Ikan ini berkualitas unggul dan jika dikawinkan akan memiliki tingkat keberhasilan sebanyak 98%. Tubuh mereka pun sangat berat yakni sekitar 500-600 gram.

4. Nila Salina

Nila Salina (sumber: Perikanan)
Nila Salina (sumber: Perikanan)

Salina juga merupakan salah satu jenis ikan nila unggul produk Indonesia. Ikan ini disahkan pada tahun 2013 sebagai hasil rekayasa BPT. Mereka sangat tahan dengan dampak global warming dan dapat hidup di lingkungan salinitas tinggi.  

5. Nila Best

Nila Best (sumber: Pertanianku)
Nila Best (sumber: Pertanianku)

Variasi best hadir dengan persilangan antara nila lokal, nila tempe, dan nilai gift. Ikan ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi. 

6. Nila Nirwana

Nila Nirwana (sumber: Curve)
Nila Nirwana (sumber: Curve)

Nila nirwana memiliki nama panjang nila ras wanayasa yang diambil berdasarkan nama ikan ini dikembangkan yakni Wanayasa di Purwakarta. Ikan ini adalah hasil rekayasa genetika yang berhasil dikembangankan oleh Balai Pengembangan Benik Ikan (BPBI) dan IPB.

7. Nila Laraswati

Nila Laraswati (sumber: Informasi Varietas)
Nila Laraswati (sumber: Informasi Varietas)

Ikan ini sekilas mirip dengan ikan mas dan nila merah. Mereka banyak dikembangkan di Klaten, Jawa Tengah. Mereka sangat cepat tumbuh dibandingkan dengan nila lokal biasanya.

8. Nila Pandu

Nila Pandu (sumber: Benih Ikan Nila)
Nila Pandu (sumber: Benih Ikan Nila)

Ciri-ciri nila pandu adalah memiliki tubuh berwarna putih, perutnya pun senada dengan warna tersebut kecuali siripnya yang kemerahan. Induk dari ikan ini pertama kali didatangkan ke PBIAT pada tahun 1997 dari PT Aquafarm. 

9. Nila Kunti

Nila Kunti (sumber: Dictio Community)
Nila Kunti (sumber: Dictio Community)

Ikan ini didatangkan langsung ke Klaten pada tahun 1997. Ciri-ciri ikan ini adalah memiliki punggung berwarna hitam dan perut yang putih. Mereka juga lumayan besar dengan berat mencapai 750 gram. Jenis ikan ini disahkan pada tahun 2012 oleh Kementrian Perikanan dan Kelautan.

10. Nila Srikandi

Nila Srikandi (sumber: Antaranews)
Nila Srikandi (sumber: Antaranews)

Jenis srikandi banyak dibudidayakan di air payau yang kadang garamnya sangat tinggi. Mereka berasal dari Balai Penelitian dan Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi. Keunggulan ikan ini adalah rasanya lebih enak dibandingkan dengan jenis nila lainnya sehingga ikan ini tergolong sebagai ikan favorit di kalangan masyarakat. 

11. Nila Jatimbulan

Nila Jatimbula (sumber: Lintar Media)
Nila Jatimbula (sumber: Lintar Media)

Ikan ini berasal dari Jawa Timur dan merupakan produk khas unggulan Indonesia. Mereka sangat cepat tumbuh dan besar. Produksi ikan ini berasal dari penelitian pemuliaan ikan yang dilakukan oleh UPT PBAT Umbulan. 

12. Nila Sultana

Nila Sultana (sumber: Pertanianku)
Nila Sultana (sumber: Pertanianku)

Nila Sultana adalah produk nila unggulan yang berasal dari Jawa Barat. Keunggulan mereka adalah memiliki daya tahan tubuh yang sangat bagus, bertelur lebih banyak, serta sangat cepat tumbuh besar.

Cara Budidaya Ikan Nila

Cara Budidaya Ikan Nila (sumber: Pusyantek)
Cara Budidaya Ikan Nila (sumber: Pusyantek)
  • Pilih lokasi kolam ikan yang cocok untuk nila. Usahakan agar kolam memiliki suhu yang tidak terlalu panas. 
  • Debit kolam air usakan sekitar 8-15 liter/detik.
  • Keringkan dasar kolam dari sisa rerumputan. Taburkan tohor dan kapur pertanian agar memberantas hama serta memperbaiki pH tanah.
  • Sebarkan fitoplankton yang menjadi pakan alami nila.
  • Aliri air kolam sedalam 5-10 cm.
  • Tebarkan bibit ikan nila yang berkualitas.
  • Berikan pakan nila sebanyak 2-3 kali sehari dengan pelet berkualitas tinggi. 
  • Biasanya umur 3-6 bulan mereka sudah dapat mencapai berat ideal yakni sekitar 500 gram.

Makanan Ikan Nila 

Makanan ikan nila adalah dedak, sisa nasi, ampas kelapa, ikan-ikan kecil, dan pelet Untuk kamu yang senang memancing nila, dapat menggunakan umpan ikan nila terbaik tidak jauh berbeda dengan makannya yakni usut ayam, rumput, cacing, kroto, dan pelet.

Baca juga: Si Cantik Ikan Louhan: Jenis, Harga, dan Cara Merawatnya

Nah itu tadi informasi lengkap mengenai nila. Semoga dapat menjadi referensi Animalovers untuk memelihara dan memancing ikan tersebut.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Cara Budidaya Ikan Nila, Ciri-Ciri, Jenis, & Umpannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]