1. Kucing

Kenali Distemper Kucing, Gejala & Cara Pengobatannya

Distemper merupakan penyakit kucing yang dapat dikatakan cukup berbahaya. Penyakit ini dapat menyerang sel darah merah kucing dan memicu berbagai jenis penyakit lainnya. Seperti apa informasi selengkapnya? Simak penjelasannya di artikel berikut ini!

Mengenal Distemper Kucing

Distemper kucing adalah penyakit virus yang dapat menyerang kucing dan sangat menular. Penyakit ini juga sering disebut dengan feline panleukopenia (FPV). Penyakit satu ini dapat dikatakan sebagai penyakit mematikan karena mengancam nyawa kucing.

Distemper kucing menyerang sel darah merah yang ada di sumsum tulang belakang, usus, kulit, dan sel induk. Penyakit satu ini dapat menimbulkan anemia sampai penyakit virus lainnya. Kucing akan terinfeksi setelah sel darah merah dihancurkan oleh virus karena tidak adanya sistem pertahanan tubuh yang melindungi kucing.

Penularan Distemper Kucing

Penularan Distemper Kucing (sumber: Pixabay)
Penularan Distemper Kucing (sumber: Pixabay)

Penyakit Distemper pada kucing ditularkan melalui kontak kucing dengan air liur, kotoran hidung, air seni, darah, dan feses dari kucing yang sudah terinfeksi. Selain itu, kutu juga dapat menjadi perantara penularan distemper. Virus ini juga dapat berada di benda mati seperti tempat tidur atau piring kucing. Anak kucing memiliki kemungkinan besar tertular jika induknya memiliki penyakit distemper.

Manusia juga dapat menjadi perantara penyakit jika sebelumnya menyentuh kucing dengan penyakit distemper. Virus dapat terbawa melalui pakaian dan sepatu yang kamu pakai. Oleh karena itu, distemper dikategorikan sebagai salah satu penyakit yang berbahaya bagi kucing karena mudahnya penyebaran penyakit ini.

Penyakit distemper adalah tipe penyakit yang kebal dengan desinfektan dan mampu bertahan selama bertahun-tahun di permukaan yang terkontaminasi. Virus ini memiliki ciri seperti flu pada manusia, yaitu dapat bermutasi sehingga dapat berkembang menjadi berbagai penyakit baru.

Meskipun penyakit ini sangat berbahaya pada kucing, kamu tidak perlu takut tertular karena distemper tidak dapat menyerang manusia.

Gejala Distemper Kucing

Penyakit distemper pada kucing memiliki banyak sekali gejala yang perlu kamu ketahui, terutama jika kamu pecinta kucing atau mempunyai kucing. Berikut adalah gejala-gejalanya:

  • Diare, kadang sampai keluar darah
  • Muntah
  • Dehidrasi
  • Anemia
  • Pilek
  • Anoreksia
  • Keluarnya kotoran dari mata
  • Bersin yang berlebihan
  • Kesulitan berjalan
  • Penurunan berat badan dengan drastis
  • Demam
  • Bulu terasa kasar
  • Hilangnya nafsu makan
  • Menghindari keramaian
  • Terlihat kelelahan

Jika distemper menyerang kucing betina yang sedang dalam masa kehamilan, kemungkinan kucing tersebut akan keguguran, anak kucing yang dilahirkan mengalami perkembangan otak yang tidak normal, atau anak yang dilahirkan langsung mati.

Gejala distemper kucing sendiri memang terlihat umum dan dapat menjadi gejala dari penyakit lainnya. Untuk memastikan penyakitnya, kamu perlu membawa kucing ke dokter hewan terdekat. Biasanya, dokter akan meminta riwayat kesehatan kucing terlebih dahulu untuk mendiagnosa penyakit kucing.

Kucing akan melalui berbagai tes laboratorium dan pengujian sampel feses. Dalam beberapa kasus, distemper kucing dapat menyebabkan kematian mendadak pada kucing. Pemilik yang belum sempat memeriksakan kucing tidak sigap dalam melihat gejala pada kucing. Kamu perlu waspada terhadap segala gejala yang terjadi pada kucingmu.

Masa kritis distemper kucing adalah dari hari pertama ketika terserang virus sampai tiga hari berikutnya. Jika sudah lewat dari 5 hari, biasanya kucing akan berangsur membaik dan tidak akan mati. Perlu diingat, faktor imun dari masing-masing kucing sangat berpengaruh ketika kucing terserang distemper dan tidak semuanya sama.

Cara Merawat Kucing Distemper

Cara Merawat Kucing Distemper (sumber: Pixabay)
Cara Merawat Kucing Distemper (sumber: Pixabay)

Pertama, kamu membawa kucing ke dokter hewan untuk memeriksa keadaannya. Dokter hewan akan memberi diagnosa dan saran pengobatan terbaik untuk kucing. Biasanya, dokter akan memberi suntikan dan obat anti mual supaya asam lambung kucing menurun.

Jika kucing mengalami dehidrasi parah, dokter akan memberi infus supaya kucing tidak terlalu lemah. Setelah itu, kamu akan diberikan anjuran vitamin serta jenis pakan yang cocok untuk kucing yang terkena distemper.

Vitamin membantu untuk meningkatkan sistem imun kucing supaya semakin kuat serta meningkatkan nafsu makannya. Beberapa orang memilih cara mengobati kucing distemper secara alami, yaitu dengan memberikan kuning telur dan madu. Namun, kuning telur dapat menyebabkan kucing diare.

Kamu perlu mengkonsultasikan terlebih dahulu pilihan vitamin terbaik untuk kucing. Beberapa rekomendasi vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B kompleks, Nutri Plus Gel, Lysine atau Curcuma Plus. Beberapa vitamin dapat membantu menjaga imun kucing dan meningkatkan nafsu makan kucing

Selain itu, kamu perlu untuk menjaga tempat tidur atau peralatan kucing kesayanganmu. Seperti yang sudah tertulis, distemper kucing dapat bertahan di permukaan terkontaminasi dalam waktu yang lama. Kamu perlu membersihkan lingkungan tempat tinggal kucing secara rutin, termasuk perlengkapan kucing.

Setelah kontak dengan kucing, kamu perlu mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun. Begitu pula untuk tempat makan kucing, kamu harus rutin membersihkan tempat makan, tempat minum, litter box bahkan kandang kucing.

Selain lingkungannya, kamu juga perlu memperhatikan kebersihan tubuh kucing. Ketika sakit, kucing tidak mampu membersihkan tubuhnya. Kamu harus rutin membersihkan kucing. Jika tubuh kucing kotor, kucing akan menjadi mudah terserang penyakit.

Demikian pembahasan Animalogi tentang gejala dan cara pengobatan distemper kucing. Hal terpenting yang perlu kamu ingat adalah menjaga kebersihan lingkungan kucing supaya terhindar dari penyakit satu ini. Semoga penjelasan kali ini bermanfaat!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kenali Distemper Kucing, Gejala & Cara Pengobatannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]