1. Anjing

Kenali Ciri Ciri Anjing Rabies dan Cara Pencegahannya

Rabies adalah salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan mematikan. Penyakit disebabkan oleh suatu virus Lyssavirus dari golongan Rhabdoviridae dan dapat menyerang anjing, manusia, atau hewan lainnya. Kali ini Animalogi akan membahas tentang ciri ciri anjing rabies dan bagaimana cara pencegahannya. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Ciri Ciri Anjing Rabies

Ciri-Ciri Anjing Rabies (sumber: Pexels)
Ciri-Ciri Anjing Rabies (sumber: Pexels)

Penyakit Rabies sangat berbahaya bagi hewan dan manusia, termasuk anjing. Rabies berasal dari virus Lyssavirus dari golongan Rhabdoviridae. Penyakit ini bahkan termasuk sebagai jenis penyakit yang tidak bisa disembuhkan jika sudah berada di titik parah.

Rabies ditularkan melalui gigitan hewan dari hewan yang sudah terinfeksi virus. Hal ini terjadi karena penularan rabies paling cepat melalui air liur hewan. Biasanya anjing yang terserang rabies mengalami perubahan sifat yang cukup signifikan.

Gejala dan ciri-ciri anjing perlu kamu perhatikan karena dari situ kamu dapat memantau apakah anjingmu sudah terserang rabies atau belum. Berikut ini adalah ciri ciri anjing rabies:

1. Anjing Menjadi Cemas

Ciri ciri anjing rabies yang pertama adalah perubahan sifat pada anjing. Anjing yang bersifat tenang menjadi lebih cemas dan bingung. Karena cemas dan bingung, anjing tidak bisa diam dan banyak bergerak.

2. Menjilati Bagian Luka

Ciri ciri anjing rabies selanjutnya adalah menjilati bagian luka. Gigitan hewan merupakan sarana penularan rabies. Anjing yang tergigit akan merasa tidak nyaman dan sering menjilati bagian luka gigitan tersebut. Bekas gigitan ini menimbulkan iritasi pada anjing. 

3. Anjing Menjadi Demam

Suhu anjing akan meningkat melewati batas normal. Ciri ciri anjing rabies satu ini mengindikasikan bahwa dalam tubuh anjing sedang terjadi infeksi virus. Anjing yang demam juga akan menjadi lebih gelisah karena merasa tidak nyaman.

4. Anjing Menjadi Lebih Sensitif

Salah satu ciri ciri anjing rabies yang paling jelas adalah anjing menjadi lebih sensitif. Anjing akan menjadi jauh tidak nyaman pada sentuhan, suara bahkan cahaya. Mereka memilih untuk sembunyi dan bersembunyi dari keramaian.

5. Suara Gonggongan Berubah

Sebagai pemilik, kamu perlu mengingat bagaimana gonggongan anjingmu. Salah satu ciri ciri anjing rabies adalah suara gonggongan yang berubah. Perubahan suara ini terjadi karena anjing mengalami kelumpuhan di bagian otot untuk memproduksi suara anjing.

6. Semakin Agresif

Pada tahapan yang lebih parah, anjing menjadi lebih agresif dan pemarah. Mereka akan menggigit siapapun yang berusaha mendekat. Ciri ciri anjing rabies satu ini perlu kamu perhatikan karena hal ini dapat menularkan penyakit rabies.

7. Mulut Berliur dan Berbusa

Selain menjadi lebih agresif, anjing juga banyak mengeluarkan air liur bahkan sampai berbusa. Hal ini dikarenakan anjing mengalami kelumpuhan di otot rahang serta area mulut. Kamu perlu memperhatikan kebiasaan ini pada anjing karena biasanya kebiasaan ini tidak terlihat jelas.

8. Mengalami Kejang

Ciri ciri anjing rabies yang terakhir adalah kejang-kejang. Anjing yang sudah pada gejala ini sudah dapat dikatakan parah. Kejang ini akan berlanjut ke kelumpuhan tubuh yang menyebabkan anjing pingsan. Gejala ini adalah tahap sebelum anjing mati.

Pencegahan Rabies Menular pada Manusia

Pencegahan Rabies Menular (sumber: Pexels)
Pencegahan Rabies Menular (sumber: Pexels)

Setelah mengenal ciri-ciri anjing rabies, kamu perlu tahu bagaimana cara pencegahan rabies supaya tidak menular pada manusia. Berikut adalah beberapa upaya pencegahannya:

  • Menghindari kontak dengan anjing yang sudah terinfeksi.
  • Saat anjingmu digigit hewan lain yang terinfeksi, jangan langsung menyentuhnya karena virus bisa tinggal dalam kulit hewan selama kurang lebih dua jam.
  • Menggunakan sarung tangan dan pakaian pelindung ketika bersentuhan dengan anjing yang terinfeksi.
  • Segera hubungi pusat layanan kesehatan, petugas pengawasan kesehatan hewan atau dokter hewan setempat. Dokter akan memberikan vaksin untuk anjingmu yang terinfeksi dan dibawa ke penangkaran untuk sementara waktu.

Jika kamu tergigit anjing yang sudah terinfeksi, kamu harus segera mencari pertolongan medis. Kamu dapat langsung menghubungi dokter supaya langsung mendapatkan pengobatan Post-exposure Prophylaxis (PEP) dengan cara menyuntikkan vaksin rabies supaya mencegah virus menyebabkan infeksi ke sistem saraf. Jika terdapat luka gigitan, dokter akan mencuci lukamu terlebih dahulu selama 15 menit menggunakan air, deterjen, sabun dan larutan pembersih (Povidone Iodine) untuk membunuh virus penyebab rabies.

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang 100% efektif untuk menyembuhkan rabies, terlebih jika infeksi virus sudah menyebabkan gejala yang parah seperti gangguan saraf atau kejang. Oleh karena itu, kamu perlu mewaspadai ciri ciri anjing rabies setelah menggigit. Hal ini dapat menyelamatkan mu dari resiko kematian karena rabies.


Penularan rabies dapat melalui air liur hewan, gigitan dan bahkan cakaran. Virus rabies yang ada di air liur masuk ke tubuh manusia melalui luka pada kulit terbuka karena itu gigitan adalah cara penularan terbesar. Oleh karena itu, sebisa mungkin kamu perlu menghindari gigitan anjing karena hal ini dapat memicu penyakit rabies.

Secara teori, penularan rabies antara manusia memungkinkan melalui gigitan atau air liur. Sampai saat ini, belum ditemukan kasus penularan rabies antara manusia. Hal ini juga terjadi dalam penularan rabies melalui konsumsi daging mentah atau susu hewan yang terinfeksi.

Demikian pembahasan Animalogi tentang ciri ciri anjing rabies dan cara mencegah penularannya pada manusia. Perlu diingat bahwa anjing yang terkena rabies bukan semata-mata perlu kita jauhi atau bahkan kita buang. Kamu dapat menolong mereka dengan mengetahui berbagai gejalanya, semakin awal kamu menyadari semakin besar kemungkinan anjing selamat. Semoga penjelasan kali ini bermanfaat untuk kamu!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kenali Ciri Ciri Anjing Rabies dan Cara Pencegahannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]