1. Kucing

Gejala dan Bagaimana Cara Mengobati Scabies pada Kucing

Scabies adalah salah satu jenis penyakit yang dapat menyerang manusia, dan binatang peliharan seperti kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau dan membuat lapisan kulit menjadi gatal luar biasa. Kali ini, Animalogi akan memberikan informasi tentang cara mengobati scabies pada kucing. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Gejala Scabies pada Kucing

Sebelum mengetahui cara mengobati scabies pada kucing, kita perlu mengetahui gejala-gejalanya. Berikut adalah beberapa gejalanya:

  • Kucing sering menggaruk, menjilat, bahkan menggigiti tubuhnya
  • Bulu banyak yang rontok
  • Terjadi iritasi kulit dan berwarna kemerahan
  • Kulit kucing berkerut atau berkerak, terutama pada bagian telinga
  • Adanya luka pada tubuh kucing

Scabies pada kucing biasanya muncul pertama kali di bagian telinga atau area wajah kucing. Scabies yang lama tidak ditangani akan semakin menyebar ke seluruh tubuh. Banyak pemilik kucing tidak menyadari gejala-gejala awal di atas. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui gejala-gejala awalnya ketika kucing terserang scabies.

Cara Mengobati Scabies pada Kucing

cara mengobati scabies pada kucing
(Sumber: Alo Dokter)

Berikut adalah cara mengobati scabies pada kucing secara alami dan secara ilmiah:

Isolasi Kucing

Cara mengobati scabies pada kucing yang pertama adalah dengan mengisolasi kucingmu supaya terpisah dari peliharaan lainnya atau anggota keluarga yang ada di rumah. Scabies dapat menular ke hewan peliharaan lainnya dan juga manusia. Kamu juga perlu menyendirikan tempat makan dan minum dari kucing yang terserang scabies. Setelah kucing sudah kamu isolasi, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Lakukan Suntik Scabies Kucing

Cara mengobati scabies pada kucing yang kedua adalah dengan melakukan suntik Scabies pada kucing. Hal ini biasanya dilakukan untuk kucing yang sudah memiliki gejala parah dan memerlukan perawatan langsung dari dokter. Salah satu suntik scabies kucing adalah Selamectin. Kucing akan disuntik dengan obat selama 30 hari sekali sebanyak 3 kali penyuntikkan. 

Suntik scabies pada kucing memiliki kisaran harga yang berbeda-beda. Kamu perlu membayar sekitar Rp100.000 sampai Rp300.000 untuk sekali suntik. Saat dalam melakukan suntik ini, kamu juga dapat merawat kucing menggunakan shampo yang membantu kesembuhan kucing kesayanganmu.

Pemberian Obat Scabies

Langkah selanjutnya tentang cara mengobati scabies pada kucing adalah meminta saran ke dokter untuk melakukan pengobatan topikal. Pengobatan topikal memadukan penggunaan salep scabies dan shampo anti kutu yang dapat mematikan tungau dalam jaringan kulit. Berikut adalah dua jenis pengobatan topikal untuk kucing yang terserang Scabies:

  • Fipronil atau salep scabies kucing perlu dioleskan pada daerah yang terkena Scabies.
  • Shampo khusus scabies kucing yang mengandung 2% kapur belerang. Perlu digunakan selama kurang lebih 6-8 minggu jika diperlukan pada kucing.

Kedua cara mengobati scabies pada kucing tersebut cukup ampuh untuk mengatasi gejala ringan. Jika gejala sudah cukup parah, kucing tentu memerlukan perawatan lanjutan ke dokter hewan.

Bersihkan Kandang Dan Perlengkapan Kucing

Cara mengobati scabies pada kucing selanjutnya adalah dengan menjaga kebersihan kandang kucing. Penyebab terbesar dari scabies adalah faktor lingkungan. Kamu harus membersihkan kandang secara rutin untuk mencegah kucing terserang scabies. Kamu dapat membersihkan tempat tidur kucing, peralatan kebersihan kucing, mainan dan tentunya tempat makanan. 

Perlu diingat bahwa kamu perlu membersihkan secara menyeluruh. Jika perlu, kamu dapat membersihkan barang–barang tersebut menggunakan cairan pembasmi kutu serta air panas untuk membunuh tungau-tungau. Selain itu, kamu juga perlu menjaga kebersihan rumah dan mencuci tangan setelah memegang kucing.

Bersihkan Alat Grooming Kucing

Cara mengobati scabies pada kucing selanjutnya adalah dengan membersihkan alat grooming kucing. Jika kamu mempunyai alat grooming di rumah, kamu perlu membersihkannya dengan desinfektan supaya kucing tidak tertular dengan tungau, jamur, kutu, bahkan parasit lainnya. Jika kucing terserang scabies setelah grooming dari sebuah perawatan hewan, maka kamu perlu menghindari tempat tersebut. Salon perawatan harus selalu memberikan layanan yang steril dan sanitasi yang baik supaya hewan lainnya tidak tertular kutu, tungau, atau infeksi lainnya.

Hindari Kerumunan Kucing Dan Hewan Lain

Cara mengobati scabies pada kucing selanjutnya adalah menghindarkan kucing kamu dari kucing-kucing liar yang berpotensi menularkan scabies. Menurut penelitian, kucing peliharaan yang rumahan lebih jarang terserang scabies jika dibandingkan kucing-kucing yang dibiarkan bebas lepas di luar rumah. 

Perilaku kucing memang tidak bisa ditebak dan berkerumun dengan kucing liar tidak bisa dihindari. Kamu perlu mengamankan setiap bagian rumah seperti jendela bahkan pintu untuk menghindari supaya kucing tidak pergi keluar rumah dan terserang penyakit yang tentu tidak diinginkan. Kamu perlu memantau kucing supaya tetap berkeliaran di dalam rumah jika tidak ingin kucing terserang scabies.

Check Up Berkala Ke Dokter Hewan

Cara mengobati scabies pada kucing terakhir adalah dengan check up kesehatan secara rutin. Kamu perlu melakukan check up secara rutin untuk mengetahui gejala dan langkah cara mengobati Scabies pada kucing. Pengecekan ini memastikan supaya tidak ada tungau yang tersisa di tubuh kucing sama sekali.

Selain itu, kamu juga dapat memberikan asupan nutrisi yang terbaik. Jika kucing mendapat asupan nutrisi yang kurang maka akan berefek pada kesehatannya. Kucing menjadi mudah terserang penyakit, termasuk scabies.

Demikian penjelasan cara mengobati scabies pada kucing dan gejala-gejalanya. Semoga penjelasan kali ini dapat membantu dan bermanfaat ketika kucing kesayanganmu terserang scabies.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Gejala dan Bagaimana Cara Mengobati Scabies pada Kucing

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Musang adalah kelompok hewan kecil yang tergolong dalam famili Viverridae. Mereka ditemukan di berbagai habitat di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Eropa. Musang memiliki keunikan tersendiri, dari penampilan fisik hingga perilaku mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis musang dan memahami perbedaan di antara mereka. Pengenalan tentang Musang Musang adalah mamalia kecil […]
    Penggemar hewan peliharaan sering mencari pilihan yang unik dan menarik, dan bunglon peliharaan adalah salah satu pilihan yang menarik perhatian. Bunglon adalah reptil kecil yang terkenal dengan kemampuannya untuk mengubah warna kulitnya. Selain itu, perilaku dan penampilannya yang menarik membuat mereka menjadi pilihan populer di kalangan pecinta hewan. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai […]

    Trending

    Tidak banyak yang tau tentang perbedaan kelabang dan kaki seribu, bahkan banyak yang menganggapnya sama. Salah satu perbedaan utama kaki seribu dan kelabang adalah habitatnya. Sekilas, kaki seribu (Diplopoda) dan kelabang (Coleoptera) memang mirip. Padahal jika diperhatikan lebih jauh, keduanya memiliki bentuk yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki kaki yang banyak, namun kaki seribu memiliki ukuran […]
    Kamu sedang bingung karena kucingmu terserang diare? Jika kucing terus menerus mencret, akan berbahaya jika tidak segera ditangani. Tapi jangan khawatir, apabila kamu belum bisa pergi ke dokter hewan, kamu bisa mencoba cara mengobati kucing mencret secara alami di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dicari. Simak artikel ini sampai habis! 1. Mengganti Asupan Makanan Kucing […]
    Ikan pembersih akuarium tentu sangat penting untuk dimiliki agar bisa membantu menjaga kebersihan akuarium dari berbagai kotoran, sisa makanan, serta lumut. Masih bingung apa saja jenis ikan yang ampuh untuk membersihkan akuarium? Simak penjelasan selengkapnya pada artikel animalogi kali ini! 1. Ikan Corydoras  Ikan pembersih akuarium ini masih tergolong dalam subfamili dari ikan lele atau […]